Senin, 11 Agustus 2014

Cara Buat Email dengan Domain @myself.com


Ditulis oleh Bagas tanggal 11 August 2014
JalanTikus.com - Pada jaman sekarang, hampir semua orang memiliki akun email, selain untuk berkirim pesan secara instan, email juga sering digunakan sebagai alat untuk pendaftaran. Saat ini, layanan email yang populer saat ini adalah Gmail dan Yahoo Mail, kedua layanan tersebut memang sangat terkenal saat ini.
Adalah Google Mail yang menyediakan layanan email dengan domain @gmail.com, dan Yahoo! Mail yang menyediakan layanan email dengan domain @yahoo.com, Yahoo! Mail juga menyediakan beberapa alternatif domain lainnya, seperti rocketmail.com dan yahoo.co.id yang khusus untuk orang Indonesia.
Nah, sekarang saya akan memberikan sebuah cara agar kamu bisa membuat email dengan nama domain namakamu@myself.com atau namakamu@dr.com, atau bahkan namakamu@programmer.net. Apakah ini berbayar? TIDAK, ini gratis.
Oke, sekarang kamu ikut panduan berikut
  1. Daftar dulu di MAIL.com
  2. Kemudian isi data-data yang diperlukan, sama seperti Daftar Email biasa
  3. Di bagian pilihan email, ada beberapa nama domain yang bisa kamu pilih
  4. Jika sudah berhasil daftar, klik tombol "Continue to Inbox". Untuk Loginnya sendiri, kamu bisa langsung menuju www.mail.com
Sekarang kamu bisa membuat Email dengan Nama Domain yang keren-keren, Silahkan bereksperimen ya!


@sumber :  http://jalantikus.com/tips/detail/3700/cara-buat-email-dengan-domain-myselfcom

Minggu, 10 Agustus 2014

media terdiri dari :



  1. Media Visual : yaitu media yang hanya dapat dilihat, seperti : foto, gambar, poster, kartun, grafik dll. 
  2. Media Audio : media yang hanya dapat didengar saja, seperti : kaset audio, mp3, radio. 
  3. Media Audio Visual : media yang dapat didengar sekaligus dilihat, seperti : film bersuara, video, televise, sound slide. 
  4. Multimedia : media yang dapat menyajikan unsur media secara lengkap, seperti : animasi. Multimedia sering diidentikan dengan komputer, internet dan pembelajaran berbasis komputer. 
  5. Media Realita : yaitu media nyata yang ada di dilingkungan alam, baik digunakan dalam keadaan hidup maupun sudah diawetkan, seperti : binatang, spesimen, herbarium dll.

Bahan Ajar, Media, Alat Peraga, & Sumber Belajar


Sebagai guru profesional tentu sudah mengenal konsep-konsep yang menjadi judul diatas. Karena keempat-empatnya merupakan hal yang selalu digeluti dalam keseharian melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan keempat hal tersebut bisa membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Alat Peraga misalnya, merupakan sesuatu yang ‘meraga’kan sesuatu yang diajarkan. Alat Peraga yang paling nyata adalah benda itu sendiri. Misalnya menjelaskan tentang burung, maka burungnya itu sendiri yang dijadikan alat peraga memberikan pengalaman yang lebih nyata bagi para siswa.
Media Pembelajaran atau Media Belajar adalah sesuatu yang menjadi medium atau perantara untuk menyampaikan pesan, atau mengkomunikasikan sesuatu. Media pembelajaran yang umum digunakan saat ini adalah melalui program MS PowerPoint. Sebenarnya terdapat beberapa media lainnya yang bisa dimanfaatkan. Ketika membicarakan atau mengajar menggunakan program MS Powerpoint, maka kita menjadikannya sebagai media pembelajaran. Tetapi jika kita menunjukan MS Powerpoint sebagai salahsatu jenis piranti lunak dalam pembelajaran pengenalan komputer, maka kita menjadikannya sebagai alat peraga. Meragakan jenis-jenis piranti lunak dalam pembelajaran.
Bahan Ajar adalah segala sesuatu yang digunakan dalam penyusunan desain pembelajaran. Terdapat beberapa jenis bahan ajar seperti bahan ajar cetak, bahan ajar visual, bahan ajar audio visual, bahan ajar multimedia, dan benda riil.  Paling sering didengar sebagai bagian dari bahan ajar adalah Modul. Modul adalah Bahan Ajar yang dipersiapkan untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Para dosen/guru jangan puas dengan modul buatan penerbit atau pasokan dari orang lain. Lebih baik menyusun modul sesuai dengan kemampuan dan situasu dan kondisi peserta didik sendiri.
Sumber belajar adalah seseorang atau sesuatu yang menjadi penyebab terjadinya proses pembelajaran. Sekarang ini sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga konten di internet, buku, dan sebagainya. Saat ii sudah terjadi revolusi sumber belajar. Dosen/Guru dan Buku (Fisik) bukan lagi sebagai sumber belajar utama. Mereka merujuk mbah Google, dan menjadikannya kata kerja— google-ing. Para guru dan dosen model lama harus mengenal ini, kalau tidak maka ia akan dipecundangi ratusan kali oleh para mahasiswa/siswanya. KArena ia akan begitu mudah menyusun makalah/tugas paper dengan budaya copy-paste. Sementara itu benteng bagi larangan plagiat belum memasyarakat.

Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran


Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran.
Fungsi media pembelajaran, diantaranya sebagai berikut:
1. Fungsi atensi
Media dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna yang ditampilkan dalam materi pelajaran.
2. Fungsi afektif
Fungsi media dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa/mahasiswa ketika proses belajar mengajar berlangsung.
3. Fungsi kognitif
Media dapat mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4. Fungsi kompensatoris
Media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian konteks untuk memahami teks, membantu siswa yang lemah dalam membaca, untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali
5. Fungsi Psikomotoris
Fungsi ini diberikan dengan maksud untuk menggerakkan siswa melakukan suatu kegiatan, terutama yang berkenaan dengan hafalan-hafalan.

6. Fungsi Evaluasi
Fungsi evaluasi dimaksudkan agar segala kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanaka dapat dilakukan penilaian kemampuan siswa dalam merespon pembelajaran.

Secara umum manfaat media pembelajaran ialah dapat dikatakan untuk memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan belajar mengajar lebih optimal, efektif, dan efisien baik dari segi teroritis maupun praktikum yang pada akhirnya teraplikasi dalam tindakan.
Sedangkan secara lebih spesifikasi manfaat media pembelajaran yang telah terakumulasi dari beberapa pendapat pakar adalah:
1. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
   Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.
2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.  Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.
5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh
6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru. Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.
7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar.
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
8. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak mamiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain sebagainya.

PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN MENURUT PARA AHLI



DEFINISI, FUNGSI & JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
*      DEFINISI  MEDIA PEMBELAJARAN
1.      Schramm: “media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.”
2.      Gerlach & Ely: “media pembelajaran memiliki cakupan yang  sangat luas, yaitu termasuk manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi  yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bisa berupa perangkat keras (hardware), seperti computer, TV, projector, dan perangkat lunak (software) yang digunakan pada perangkat keras itu.
*      Dr. rer. nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si (2011), Kreatif Mengembangkan Media  Pembelajaran, GP. Press, Jakarta.
3.      Oemar Hamalik (1980):
“Mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah
4.      Arief S. Sadiman, dkk (1984) mengemukakan bahwa kata media berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
*      Abdul Karim H. Ahmad (2007), Media Pembelajaran, Badan Penerbit UNM, Makassar
5.      Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran.
*      FUNGSI PEMBELAJARAN
1.      Media sebagai sumber belajar
Belajar adalah proses aktif dan konstruktif melalui suatu pengalaman dalam memperoleh informasi. Dalam proses aktif tersebut, media pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa. Artinya melalui media peserta didik memperoleh pesan dan informasi sehingga membentuk pengetahuan baru pada siswa. Dalam batas tertentu, media dapat menggantikan fungsi guru sebagai sumber informasi/pengetahuan bagi peserta didik. Media pembelajaran sebagai sumber belajar merupakan suatu komponen system pembelajaran yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, yang dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. (Mudhoffir,dalam Munadi, 2008).
2.      Fungsi Semantik
Semantik berkaitan dengan “meaning” atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau symbol.
3.      Fungsi Manipulatif
Fungsi manipulatif adalah kemampuan media dalam menampilkan kembali suatu benda/peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan dan sasarannya.
4.      Fungsi fiksatif
Fungsi fiksatif adalah fungsi yang berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk menangkap, menyimpan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi.
5.      Fungsi Ditributif
Fungsi distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu materi, objek atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas sehingga dapat meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya.
6.      Fungsi Psikologis
dari segi psikolgis, media pembelajaran memiliki beberapa fungsi seperti fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif fungsi imajinatif dan fungsi motivasi.
*      Dr. rer. nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si (2011), Kreatif Mengembangkang Pembelajaran, GP. Press, Jakarta.
7.      Menurut Derek Rowntree, media dapat:
a.       Membangkitkan motivasi belajar
b.      Mengulang apa yang telah dipelajari
c.       Menyediakan stimulus belajar
d.      Mengaktifkan respon murid
e.       Memberikan feedback dengan segera
f.       Menggalakkan latihan yang serasa
8.      Menurut Edgar Dale, Finn dan Hobar, media dapat:
a.       Memberikan pengalaman konkrit bagi pemikiran yang abstrak
b.      Mempertinggi perhatian murid
c.       Memberikan realitas, mendorong self actifity
d.      Memberikan hasil belajar yang permanent
e.       Menambah perbendaharaan bahasa
f.       Memberikan pengalaman lain yang sukar diperoleh dengan cara lain.
*      Abdul Karim H. Ahmad (2007), Media Pembelajaran, Badan Penerbit UNM, Makassar
9.      Levie & Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media yaitu:
1.      Fungsi atensi
2.      Fungsi afektif
3.      Fungsi kognitif
4.      Fungsi kompensatoris
*      JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN


Rounded Rectangular Callout: Pada dasarnya media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu  media visual, media audio, media audio-visual dan multimedia.
 

1.      Schramm (1985) menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara, yaitu: media kompleks (film, TV, video/VCD) dan media sederhana (slide, audio, transportasi, teks).
2.      Pengelompokan media berdasarkan unsure pokoknya menurut Sulaiman (2001).
a.       Media audio
b.      Media visual
c.       Media audio-visual
d.      Media audio motion visual
e.       Media audio still visual
f.       Media audio semi-motion
g.       Media motion visual
h.      Media still visual
i.        Media audio
j.        Media cetak
3.      Menurut Bretz (1971), media dibedakan menjadi 8 macam yaitu: media audio, media cetak, media visual diam, media visua gerak, media audio semi gerak, media visual semi gerak, media audio visual diam, media audio visual gerak.
4.      Menurut Anderson (1998) media pembelajaran dibagi menjadi 10 yaitu: audio, cetak, audio-cetak, proyeksi visual diam, proyeksi audio visual diam, visual gerak, audio visual gerak, obyek fisik, manusia dan lingkungan dan komputer.
*      Dr. rer. nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si (2011), Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran, GP. Press, Jakarta.
5.      Menurut Heinich and Molenda (dalam Supriatna, 2009) terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran, yaitu:
a.       Teks
b.      Media audio
c.       Media visual
d.      Media proyeksi gerak
e.       Benda-benda tiruan/miniature
f.       manusia